[FF] #Crossover- After a Year (Oneshoot)

CROSSOVER

After a Year

| Uchiha Sasuke | Son Soohyun | PG | Life, Romance | | Oneshoot |

Happy reading. Taste the emotion,feel the imagination 😀

.

.

[After a Year]

.

.

Sepasang jiwa yang terlibat komitmen abadi untuk main petak umpet, berpisah lalu saling mencari lagi di dimensi ruang dan waktu. Pada akhirnya, kami akan selalu bersatu. Apa pun tantangannya. (Dee- Have You Ever)

.

.

Sebaiknya memang Sasuke tak bermain dengan rasa penasaran berbalut iseng yang menyelimutinya bak kabut di pegunungan.

Keisenganlah yang membuatnya tak bisa berhenti melontar tanya dan perhatian pada Soohyun. Bermula dari iseng pula, pada akhirnya Sasuke tak dapat mencerna pergolakan batin yang kini terjadi tiap kali dirinya teringat Soohyun.

Nyesss.

Suara khas kala cairan bertemu panas bara api mengusik lamunan Sasuke. pria berambut kelam itu pun segera mengalihkan fokus pada wanita yang duduk di sisi kirinya.

“Cengiranmu terlalu lebar, Soohyun.” ucap Sasuke pelan sembari menenggak satu sloki sake.

“Ini begitu enak! Apalagi saat melihat airnya menguap terkena panas. Kau tak berminat mencoba?”

Sasuke menepis daging yang disodorkan Soohyun di antara jepitan sumpit itu. Soohyun, masih dengan kurva manis bertengger di bibir serta pandangan berbinar, memilih untuk melahapnya sendiri. Saking sibuknya, dirinya bahkan tak menyadari sedari tadi Sasuke memaku tatap kepadanya.

Ayah dan Ibumu akan memberi surat kuasa perusahaan padamu seminggu lagi. Akhirnya, kita bisa mengurus surat cerai juga.

Masih terngiang dua kalimat yang meluncur bebas dari bibir Soohyun siang tadi. Wajah Soohyun yang terlihat begitu cerah, juga perkataanya yang seolah tiada beban, tak ayal membuat Sasuke tercenung.

Aneh.

Dahulu, dirinya begitu mengharapkan warisan, lalu berpisah dengan Son Soohyun.

Namun apa jadinya kalau kini dia malah enggan untuk berpisah dari wanita yang selama setahun terakhir menjadi istrinya?

Pikiran Sasuke pun melanglang buana sementara dua bola matanya tak lepas mengamati tingkah Soohyun.

.

[After a Year]

.

 “Ini, ada wasabi ekstra di dalamnya.” gumam Soohyun usai memasangkan dasi sang suami. “Hati- hati di jalan, Sasuke- kun.

Sasuke memandangi wajah Soohyun cukup lama. Menelisik adakah gelagat aneh yang terpancar dari wajah itu, mengingat waktu satu tahun itu sudah mendekati akhir.

“Nanti kalau kau kembali dan ternyata aku belum pulang, ambil saja masakan di kulkas. Tinggal menghangatkannya lima menit dan… voila! Masakan siap disantap!” Soohyun menggerakkan kedua tangannya secara ekspresif layaknya seorang koki di Televisi. “Hati- hati di jalan,”

Sengaja Sasuke mencekal tangan istrinya, “Kau mau ke mana?”

“Kantor Yifan, untuk mengurus perceraian. Jam terbangnya sudah tinggi kalau mengurusi hal seperti ini,”

“Kaubilang apa?”

“Surat cerai, Sasuke- kun.” Soohyun mengulas senyum, lalu melepaskan cekalan tangan Sasuke. sebagai balasan, kedua tangan Soohyun menggenggam tangan Sasuke tersebut. “Agar tak usah repot mengikuti alur pengadilan. Yifan punya banyak koneksi di pengadilan sipil.”

Kehangatan genggaman tangan Soohyun begitu kontras dengan guyuran rasa dingin yang diterima Sasuke.

.

[After a Year]

.

Satu tahun. Akan kubantu kau mendapat warisan, lalu kita cerai, dan kita bisa bebas.

Ayah dan Ibumu lucu ya, mereka teman mengobrol flora yang hebat.

Kaos kaki hitam untuk hari Rabu, ‘kan? Sudah kusiapkan.

Sasuke mengumpat perlahan akibat klakson nyaring sebuah truk dari jalur berlawanan. Nyaris saja dia tertubruk truk tersebut akibat kehilangan konsentrasinya saat berkendara. Salahkan Soohyun dan segala tentangnya yang menancap begitu kuat pada ingatan Sasuke.

“Seperti keinginanmu, kau akan menjadi orang nomor wahid di kantor,” saat di perjalanan, sekilas Sasuke melihat ke arah gedung perkantoran yang masih dalam proses pengerjaan. Salah satu proyek yang dipegang oleh perusahaan konstruksi milik sang Ayah. “Apa lagi yang kaubutuhkan?” kembali Sasuke bermonolog.

Buang saja harta itu! Kau hanya butuh Son Soohyun. Gema itu memenuhi salah satu sisi dalam hati Sasuke.

.

[After a Year]

.

 Hari- hari berikutnya berlangsung seperti neraka bagi Sasuke. Seiring pergiliran shift matahari dan bulan, waktunya bersama Soohyun semakin sedikit. Kalau tak ingat Soohyun merupakan istrinya, pasti Sasuke sudah melayangkan bogem mentah pada wanita yang tersenyum sepanjang hari itu. Wanita yang begitu girang menyambut perceraian.

 “Ini.”

Siaran bola di malam hari tak lagi nikmat untuk ditonton. Perhatian Sasuke kini teralih pada sebuah amplop cokelat seukuran Folio yang diletakkan Soohyun di meja. Sasuke sudah bisa menebak isinya, namun tetap saja dia membuka kait pada amplop tersebut.

“Tinggal kautandatangani, lalu sisanya akan kuurus.” Soohyun menyodorkan sebuah pena seraya duduk di samping Sasuke. “Kupastikan ini semua beres sehari setelah kau mendapatkan tahtamu.” Sebentuk kekehan ringan mengakhiri perkataan Soohyun.

Sasuke membaca kata demi kata yang tertera pada lembaran- lembaran kertas itu. Ada sebongkah perasaan tak nyaman kala mendengar Soohyun malah terkekeh dalam situasi begini.

Sasuke tak besuara, lantas meletakkan surat tersebut di pangkuan. Tangannya meraih ayam crispy yang dipesan dari gerai fast food langganan. Perlahan, Sasuke mengoleskan saos. Sekilas kilat picik melintasi matanya tatkala dia berlagak tak sengaja meneteskan saos ke permukaan surat cerai itu.

“Ah!!” berusaha tampak kaget sekaligus panik, Sasuke meletakkan ayam crispy– nya di atas kertas itu. Terang saja hal itu menimbulkan noda transparan akibat minyak pada lembaran kertas. “Aduh! Bagaimana ini?!”

Samar- samar Sasuke bisa mendengar Soohyun mengumpat tertahan. “Apa yang kauperbuat, Sasuke- kun?” desisnya sembari melayangkan tatapan nanar pada kertas malang tersebut. Wajah Soohyun tampak panik. Tangannya menggosok- gosok bekas minyak dan saos yang membekas, sesekali ditiupinya kertas itu. Meski Soohyun tahu kalau hal tersebut sia- sia.

Sasuke tersenyum jumawa. Sebelum Soohyun memergokinya, Sasuke mengganti ekspresinya dengan tampang menyesal diiringi ucapan maaf lirih.

“Tak apa. Besok akan kuurus lagi.” Soohyun mengibaskan tangannya menenangkan, kemudian bersiap untuk beranjak ke dapur. “Ada apa?” tanyanya tatkala Sasuke memanggil namanya.

Tak perlu banyak kata. Sasuke meraih Soohyun dalam pelukan lantas menenggelamkan wanita itu dalam ciumannya.

Tak usah kauurus surat bedebah itu. Tetaplah di sisiku.

.

[After a Year]

.

Sekalipun Soohyun tak pernah berharap pada seorang pria seperti Sasuke. Sosok berselimut misteri yang menyerahkan seluruh hatinya pada wanita yang telah tiada. Seseorang yang membuat Sasuke enggan menggunakan warna selain hitam untuk kaos kakinya pada hari Rabu.

Dia kalah melawan leukimia itu. Pesan terakhirnya, dia ingin aku mengenakan kaos kaki hitam bertabur bintang itu. Namun aku menolak ide itu mentah- mentah.

Sampai kini pun, Soohyun merasa kalau Sasuke masih mencintai wanita itu.

Jadi untuk apa dia berjuang, padahal seseorang yang diperjuangkan tak sekali pun akan menyadari perasaannya?

Soohyun memutuskan untuk tak menanamkan benih cinta pada Sasuke.

Apa yang bisa diharapkan dari sebuah perjodohan? Ayah Soohyun dan ayah Sasuke bersahabat semasa kuliah. Namun akibat beberapa hal, ayah Soohyun tak menamatkan kuliah dan banting setir menjadi sopir taksi. Tahun berlalu dan mereka kembali bertemu. ayah Sasuke memberi modal usaha pada kawan seperjuangan itu. Entah bagaimana hal itu bermula, namun pada akhirnya kedua ayah itu sepakat menjodohkan anak mereka.

Jangan berharap lebih, Soo. Selesaikan ini semua dan kembalilah mendaki gunung seperti dahulu.

Wanita Son itu sudah merasa lega karena surat cerai mereka sudah dicetak lagi. Sialnya, Sasuke kembali mengaduk perasaanya dengan perlakuan serta kata- kata manis seperti saat ini. Tanpa aba- aba, Pria itu memeluk Soohyun dari belakang. Sebelum Soohyun sempat menjauh, Sasuke telah mendaratkan kecup singkat di pipi kirinya.

“Aku yakin kau merasakan hal yang serupa.”

Soohyun mendadak kaku akibat dua hal : perkataan Sasuke barusan, juga sejumput rambutnya yang dikecup oleh pria itu.

Hentikan membobol pertahananku!

“Surat keparat itu belum tergores tanda tanganku.” Sasuke merogoh saku usai membimbing Soohyun untuk berbalik ke arahnya. Segera dia menunjukkan selembar surat ke hadapan Soohyun. Dengan penuh kesadaran, Sasuke menyobek kertas itu menjadi dua bagian. Tak lama, surat itu bertransformasi menjadi robekan kecil- kecil.

Melihat Soohyun bergeming, Sasuke mengambil langkah. Soohyun sudah ada dalam dekapnya sesaat setelahnya.

“Bisakah kau katakan hal yang nyata ada dalam pikiranmu?” Sasuke melontar tanya. Deru napasnya menyapa kulit leher Soohyun.

“Sasuke- kun…?”

“Hm?”

Soohyun bergeming. Teringat janji setia yang diucapkan di altar setahun yang lalu, juga kebersamaan mereka selama ini. Dusta besar kalau Soohyun menampik fakta yang terpampang jelas di hadapnya.

Dirinya begitu mendamba keberadaan Sasuke.

Kedua tangan Soohyun terulur. Perlahan namun pasti, lengan- lengan itu memeluk Sasuke di antara sunyinya malam yang melingkupi keduanya.

.

.

[After a Year]

.

.

Udah kebayang dua sejoli ini dijadikan ssatu dalam sebuah FF. akhirny kewujud juga, berkat event #crossover nya si Jul gembul.

Oke, thanks for reading. Tanggapan dinanti. 😀

 

 

 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “[FF] #Crossover- After a Year (Oneshoot)

  1. Jul gembul? Kakikmu a nyet!!!
    Kok y maleh ngedhip ambek couple iki y? Opo utekku seng error pekoro terlalu ngephans nang couple crossover? Kok y hubungane mereka asik ngunu nyeeet

  2. Duh kepotong.
    Soohyun iku sopo? Wkwkwk
    Mbak iwed nggawe fluff rek tapi kok ceritone rebutan warisan. Kakean dicekoki sinetron yo ngene iki
    Iku kris nylempit.
    Kok nggak nggawe seng koyok CL x GD x Yifan iku se mbak. Asik begal2an

Share your comments here :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s