#Crossover Poject- Menanti Joanne (Ficlet)

MENANTI-JOANNE

Menanti Joanne

| Kim Jongdae (EXO) | Kuchiki Rukia (Bleach) | PG |

| Life, Friendship | Ficlet |

Happy reading. Taste the emotion,feel the imagination 😀

.

.

“Setidaknya kau bersyukur sudah kujemput, Ru!”

.

.

[Menanti Joanne]

.

.

 

Terhitung 27 menit sudah berlalu dari jam satu siang. Rukia sudah jenuh menunggu, duduk diam tanpa kegiatan di halte bus dekat gedung kampusnya.

Saking tak adanya kegiatan, dia menghitung tetes- tetes air hujan yang jatuh dari tepian atap yang menaungi bangunan 3 x 2 meter itu. Alunan lagu Akdong Musician setia menemani, mengalun pelan melalui earphone ponselnya.

Sekali lagi, Rukia melirik angka yang tertera pada jam tangan digitalnya. Oke. Genap 60 menit sudah dirinya menunggu di sini. Lengkap dengan tiga buku tebal mengenai struktur rangka batang, juga sebungkus besar rasa kesal karena Kim Jongdae tak kunjung datang.

“Kalau tahu begini aku akan ke kedai bibimbap dulu. Jongdae busuk!” gerutu Rukia sembari merogoh ponsel dari saku. Saat jemarinya hendak menekan tombol hijau pada layar ponsel, sosok Jongdae sudah ada beberapa meter jauhnya dari halte.

Pemuda itu datang dengan mengenakan helmnya yang seolah datang dari peradaban megalitikum. Sekarang dirinya tengah menuntun vespa. Wajah Jongdae memerah serta  bersimbah keringat.

Saat bersitatap dengan Rukia, Jongdae memamerkan cengiran dan melambaikan tangan. “Yo, Cebol! Sudah lama menunggu?”

Rukia mendecakkan lidah, melangkah mendekati Jongdae yang memarkirkan vespa cokelat kesayangan. “Aku rasa struktur bokongku sudah keropos karena terlalu lama duduk.” Sesaat Rukia melirik kendaraan antik milik Jongdae. “Si Joanne mogok lagi?”

As you see,” Jongdae berjongkok di hadapan kap mesin. Dari tas selempangnya, dia mengeluarkan kantong ajaibnya yang berisi perkakas seperti obeng, test pen, dan lain sebagainya. Tangannya dengan terampil mengutak atik komponen vespa yang dinamainya Joanne itu. “Kayaknya Joanne ngambek karena akan dipakai memboncengmu. Kau jelek sih.”

“Yah, setidaknya si jelek ini bisa membantumu memahami perhitungan struktur,” Rukia memutar bola matanya. “Atau kaumau dengan si- ego- segunung- Park- Haejin?”

Pemuda itu terkekeh seraya berdiri. Tak sekalipun terlintas dalam benaknya akan berada dalam satu forum dengan Haejin yang terkenal pelit ilmu. Sekarang Jongdae mencoba menstarter vespanya. “Tadi Joanne mogok lima kali, kau tahu? Pikirmu gampang mengendarai kendaraan antik?”

Rukia membereskan buku- bukunya kemudian membawanya dengan satu tangan, sementara tangan yang lain sibuk mengetikkan pesan melalui LINE untuk Chanyeol. ‘Kami berangkat. Si Joanne mogok, jadinya Jongdae telat ke sini. Pocky-nya masih ada ‘kan?’

“Akhirnyaaaa!” desah lega Rukia pun terdengar kala mesin vespa Jongdae sudah menyala. Buru- buru Rukia menghampiri Jongdae yang sudah duduk manis di atas kendaraannnya. Tanpa menunggu lama, gadis itu duduk di boncengan dan mengenakan helm yang diulurkan Jongdae.

Kendaraan dengan dua roda itu bergerak dengan tenang di jalanan yang masih dibalut sisa- sisa hujan di siang hari. Diselingi dengan lontar ejekan dari penggunanya, juga terkadang pukulan di kepala Jongdae oleh Rukia.

“Setidaknya kau bersyukur sudah kujemput, Ru!” Jongdae bersuara lantang, mencoba mengalahkan suara deru mesin. “Jadi kau bisa simpan uangmu untuk beli Pocky sialan itu!”

“Kalau begini caranya aku lebih memil    vespa brengsek! Bangkai kecoak!” Perkataan Rukia tergantikan oleh serentetan umpatan karena vespa itu kembali mogok. Gadis itu meloncat turun dari Joanne dan melangkah ke tepian jalan sementara Jongdae menepikan kendaraan.

“Goblok! Jangan menghina Joanne, Cebol!”

Biarin! Aku ke minimarket dulu!” Bergegas Rukia berbalik dan melangkahkan kaki menuju minimarket yang cukup ramai siang itu.

Entah hal ini bisa disebut kesialan atau keberuntungan, mereka menepi tepat di depan bangunan minimarket. Tanpa bepikir dua kali, Rukia langsung memasuki minimarket. Dia butuh asupan Pocky rasa cokelat untuk mengembalikan staminanya yang terkuras akibat Jongdae dan vespa uzurnya.

Jongdae mengiyakan lantas kembali mencoba mengutak atik mesin vespanya. Saat percobaan kelima dirinya menstarter vespa, Jongdae merasakan ada sesuatu yang dingin menempel di pipinya.

“Untukmu. Kau pasti dehidrasi seharian ini, Jong.”

Jongdae menerima minuman isotonik botolan yang disodorkan Rukia. Tanpa ragu, pemuda itu membuka tutup botol. “Kau romantis banget sih, Ru?” godanya sembari menaikturunkan alis. “Jangan bilang kalau selama ini kau naksir diam- diam padaku? Aku benar ‘kan?”

Rukia hanya bisa memutar bola mata dan mencibir, “Aku hanya takut kau mati terkapar. Nanti siapa yang bakal menyetir Joanne jompomu itu?”

Seulas senyum mengembang di wajah Jongdae sebagai balasan. Tak butuh waktu lama, dua pertiga cairan dalam botol sudah bermigrasi ke perut Jongdae. Tangan Jongdae bergerak memasukkan botol ke dalam tasnya. “Ayo. Chanyeol pasti sudah menunggu,” ajaknya pada Rukia.

Gadis Kuchiki itu menganggukkan kepalanya lantas mendudukkan diri di atas boncengan vespa. Kembali dua sahabat itu terlibat perbincangan dengan suara lantang, diselingi suara khas mesin vespa tua milik Jongdae.

Yeah, setidaknya Jongdae benar. Walau menguras emosi, Joanne bisa membuat Rukia bisa membeli Pocky ekstra untuk minggu ini.

.

.

[Menanti Joanne]

.

.

Apa kabar? Lagi UAS nih ceritanya. Efek stress tugas besar sebelum UAS, jadinya ya FF ini.

And once again, I bring up civil engineering students. Kenapa? Ya soalnya ane kuliah disindang. Jadi kan kalau ada apa- apa nggak bakal ngawur (kayaknya). Hehe

Alesan lain sih gara- gara lagi males cari referensi. :v

Oke. Thanks for reading. Tanggapan dinanti 😀

Advertisements

4 thoughts on “#Crossover Poject- Menanti Joanne (Ficlet)

  1. ini buat crossovernya mbok jul tah? bagus euy, lucu XD kirain siapa joanne ternyata vespa, sial betul. dan couplenya juga unik, chen-rukia hehe, bagus juga mereka kalo dibikin friendship nyerempet romance love-hate gini.
    nice piece, keep writing!

Share your comments here :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s