[FF] Painkiller (Ficlet)

painkiller

PAINKILLER

| Kim Jongdae (EXO) | Kuchiki Rukia (Bleach) | PG |

| Life, Fantasy, AU | Ficlet |

Happy reading. Taste the emotion, feel the imagination 😀

.

.

.

“Kurasa kau butuh painkiller.”

.

.

[Painkiller]

.

.

Mungkin Rukia terlalu muak dengan kehidupan, sehingga dirinya mengalami delusi sewaktu siang begini.

Gadis itu mendapati eksistensi dunia lain tatkala membuka pintu lemari yang ada di loteng rumah. Walau Rukia tak melihat sesosok makhluk pun, namun dia sudah bisa membayangkan kehidupan diselimuti debu- debu ajaib di sana.

Apa mungkin ada centaur atau unicorn? Putri duyung? Atau kera bersayap yang bisa menyanyikan lagu PSY?

“Tsk. Matikan imajinasi liarmu, Ru.” Si gadis Kuchiki bermonolog. Tangannya meraih gagang pintu lemari, bersiap menutupnya.

Mendadak ada sebuah tangan mencekal tindakan Rukia.

Rukia terbeliak. Tangan itu muncul dari sela sesemakan rumput di dunia delusi itu. saking kagetnya, bahkan Rukia tak mampu mengedipkan mata.

Perlahan sosok pemilik tangan itu pun tersingkap. Ternyata dia seorang pemuda, kira- kira seumuran Rukia. Wajah tanpa ekspresinya begitu kontras dengan mimik muka Rukia saat ini.

“Kau butuh painkiller?” sosok itu bertanya sembari perlahan keluar dari dunianya, menapaki bagian dalam lemari, lantas berdiri tepat di hadapan Rukia. Logatnya begitu kental akan keasingan, mengalun lembut namun dengan pengucapan yang kurang jelas. “Kurasa kau butuh painkiller.”

Seolah otaknya terbuat dari serpihan metana, Rukia tak mampu melakukan apa pun saat ini. Dirinya masih berdiri kaku, bahkan tak mampu hanya untuk sekadar berseru. Dalam kekakuannya, Rukia mengamati sosok pemuda dari balik lemari tersebut. Rambutnya berwarna ungu menyala, senada dengan warna alis kirinya.

Tingginya tak terpaut terlampau jauh dengan Rukia. Dengan ekspresi datar dan tatapan sarat makna, Rukia jadi sadar kalau dia juga manusia.

Segera saja gadis itu mengentakkan tangannya agar lepas dari cekalan sang pemuda. “Pergi, sebelum kupanggilkan polisi.”

Haha. Polisi.

Rasanya Rukia terlalu banyak menonton drama TV. Acara yang selalu melibatkan polisi kala sesuatu yang mendebarkan (dalam artian negatif) terjadi.

“Hm.” Sudut bibir pemuda itu tertarik ke atas, walau senyum tak mencapai matanya. “Namaku Jongdae. Aku yakin kau butuh painkiller.”

Menjulingkan mata merupakan respon awal Rukia. “Ada orang Korea aneh yang mendadak muncul dari balik lemari, memutuskan kalau aku butuh painkiller. Cool!

Kembali Jongdae tersenyum, kali ini tampak binar- binar memenuhi matanya. Oh tidak. bahkan Rukia merasa kalau dia melihat ada sebuah galaksi bertabur bintang, terjebak dalam mata pemuda itu.

“Senang berkenalan denganmu, Jongdae. Sekarang kau harus   “ perkataan Rukia terpotong kala melihat lotengnya seketika berubah menjadi ruang angkasa. Bintang- bintang berkerlip, beberapa planet diselimuti gumpalan awan nebula, tak lupa ada satelit- satelit yang tiada henti berrotasi di sekeliling planetnya.

“Hadiah perkenalan.”

Hanya itu yang dikatakan Jongdae sebelum akhirnya kondisi loteng rumah Rukia menjadi seperti sediakala. Lama, Rukia hanya memaku tatap pada sosok pemuda dari antah berantah itu.

“Kau tahu pintu masuknya. Buka saja kalau suatu saat kau sadar kalau dirimu butuh painkiller.” Ujar Jongdae sembari menapakkan kaki menuju lemari.

Detik berikutnya, eksistensi Jongdae dan dunia di balik lemari pun sirna seketika.

.

.

.

[Painkiller]

.

.

.

Oke, ide awal tentang cerita ini muncul pas jam 10 malam, waktu ane nunggu angkot lamaaa banget nggak nemu- nemu, di depan UB. Tentang dunia di balik lemari itu, terinspirasi dari Narnia. Awal baca novel Narnia langsung suka gitu. Yeah, kayaknya ane pas SMP punya bacaan fiksi yang lebih berbobot dibanding ane yang sekarang.

Lagi- lagi ane bikin FF ber- cast Jongdae- Rukia. Kenapa? Yah udah naksir sama couple itu sih. Dan kayakanya cocok aja buat dibikin FF.

Oke. Thanks for reading, tanggapan dinanti 😀

[A Night Talk]

.

.

 

Advertisements

9 thoughts on “[FF] Painkiller (Ficlet)

    1. Yaaan jadi inget ff reqnya. Maap ngadat. Ak gadapet feelnya itu lagu :” kalo ganti lagu lain gmn?

      Maafkan

      Udh semingguan sih pake ini. Iseng coba2

      Painkiller: obat bius/ penghilang rasa sakit

      1. Sebelumnya namaku bukan Yan tapi temen² ku manggil Yan semua :’v I-A-N *avaikan*

        Wah boleh lagu abang Roy Kim- Home ya kak 😀 hehe makasih^^
        Btw, ini komen out of topic maaf

  1. HARUS GAKK NIH SAYA KOMEN DISINI MBAKKKK. BTW YA MBAK SAYA LAGI GILA SMA DAVE FRACO TERUS SAYA LAGI MUAK SAMA KRIS WU SAYA LAGI FALLIN SAMA LEE TAEMIN, IYA ITU SELALU

    TAPI YANG BIKIN SAMA KESEL MBAK BIKIN SAYA INGIN KEMBALI KE JONGDAE. IYA EMANG SAYA LEBAY, MADA GITU AJA NGARUH TAPI GIMANA SAYA ORANGNYA GAMPANG TERSENTUH. YAUDAH. BBRUBUNG SY UDH LAMA GABACA FF INI MENAIKAN GAIRAH SAYA BUAT BACA FF

    1. Alay woy kepsloknya -_-
      Cieeh yg balik ke cinta lama
      Gatau nih akhir2 ini naksir jongdae. Chara yg juaaarang dipake para ff writer. :” pdhl si jong berpotensi dipake cast2 kece macem fairy tale atau jd mafia

      1. Yapppsss Kak jongdae needs more loveee more more. Yg diliat kalogak sehun kai chanyeol gitu gitu doang.

Share your comments here :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s